foto istimewa
SUKABUMI, SukabumiLife.com — Gelombang dukungan terhadap rencana pergerakan massa yang menamakan diri Aksi 2626 terus mengalir deras di Kota Sukabumi. Menjelang aksi yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026, Forum RT-RW Kota Sukabumi resmi mendirikan posko logistik di depan Balai Kota Sukabumi untuk menampung partisipasi warga.
Pendirian posko ini memicu perhatian luas publik, terlebih seiring mencuatnya isu gerakan “PATI Jilid 2” yang kian santer diperbincangkan di tengah masyarakat akar rumput.
Perwakilan Forum RT-RW Kota Sukabumi sekaligus koordinator massa aksi, Arif Rachman, menjelaskan bahwa posko logistik sengaja dibentuk sejak awal sebagai langkah antisipasi jika eskalasi aksi di lapangan berlangsung dalam waktu yang panjang.
“Posko ini bukan untuk meminta-minta bantuan. Namun apabila ada masyarakat yang peduli terhadap perjuangan RT dan RW serta ingin berpartisipasi, kami persilakan menyalurkan bantuan melalui posko logistik yang telah disiapkan,” ujar Arif, Minggu (31/5/2026).
Logistik dari Warga Mulai Mengalir
Sejak pertama kali dibuka, posko yang berdiri di jantung pusat pemerintahan Kota Sukabumi ini langsung mendapat respons antusias dari warga yang bersimpati. Berbagai bantuan keperluan fisik terus berdatangan untuk menyokong kebutuhan para peserta aksi.
Hingga saat ini, pihak panitia mencatat sejumlah bantuan yang telah masuk:
- Hampir 30 dus air mineral kemasan.
- Puluhan pak minuman penyegar.
- Kebutuhan logistik penunjang operasional lainnya.
Sementara untuk bantuan berupa makanan berat, Arif mengimbau warga agar mengirimkannya tepat pada hari pelaksanaan aksi. Hal ini dilakukan demi menjaga kualitas dan kelayakan konsumsi bagi ribuan massa yang akan memadati kawasan Balai Kota.
Isu “PATI Jilid 2” Menguat di Akar Rumput
Di tengah masifnya persiapan teknis, dinamika politik lokal kian menghangat dengan munculnya istilah “PATI Jilid 2” di kalangan masyarakat sipil. Isu ini mengarah pada potensi kembalinya gerakan perlawanan atau mosi tidak percaya kolektif terhadap jalannya pemerintahan daerah.
Menanggapi rumor tersebut, Arif menegaskan bahwa istilah atau narasi itu murni lahir dari diskursus publik di tingkat bawah, bukan sikap resmi yang dibentuk oleh pihak forum.
“Kalau isu itu berkembang, kami melihatnya sebagai opini yang muncul dari masyarakat. Forum hanya menerima dan menampung aspirasi yang berkembang di lapangan,” jelas Arif secara diplomatis.
Poin Tuntutan Aksi dan Estimasi Massa
baca juga : Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi Perkuat Sinergi dengan Para Ketua Partai Politik
Aksi 2626 ini dipicu oleh akumulasi kekecewaan Forum RT-RW bersama sejumlah elemen masyarakat atas realisasi janji politik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi yang dinilai belum menemui kejelasan.
Sedikitnya ada 13 hingga 15 elemen masyarakat—mulai dari organisasi kemasyarakatan (Ormas), LSM, hingga kelompok pemuda—yang menyatakan siap turun ke jalan.
| Kategori Tuntutan | Poin Utama yang Didesak |
| Regulasi & Insentif | Kepastian payung hukum terkait posisi RT/RW serta ketepatan waktu pembayaran insentif. |
| Transparansi Anggaran | Kejelasan tata kelola dana kelurahan dan realisasi program Dana Abadi yang dijanjikan saat kampanye. |
| Etika Pemerintahan | Desakan agar Wali Kota mencabut pernyataan yang dianggap menyinggung serta mereduksi legitimasi kelembagaan RT/RW, sekaligus menyampaikan permohonan maaf terbuka. |
Berdasarkan data pendataan internal, jumlah peserta dari unsur pengurus RT dan RW yang terkonfirmasi hadir telah menyentuh angka 1.800 orang. Namun, dalam surat pemberitahuan resmi yang dilayangkan ke Polres Sukabumi Kota, estimasi total massa dari seluruh aliansi gabungan diprediksi bisa mencapai 7.000 orang.
Meski estimasi massa tergolong besar, panitia pelaksana menjamin bahwa pergerakan akan berjalan secara damai, tertib, dan kondusif. Kendati demikian, mereka juga mengingatkan bahwa jika aksi ini menemui jalan buntu tanpa respons memadai dari pihak eksekutif, gelombang desakan politik lanjutan—termasuk mendorong DPRD Kota Sukabumi menggulirkan hak angket untuk mengevaluasi kepemimpinan daerah—bisa saja bergulir. (SL/)
sumber : sukabumiku.id
[rs]









