foto istimewa
TANGERANG — Peristiwa keributan yang terjadi di area Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) yang terletak di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, viral di media sosial. Menyikapi kejadian tersebut, aparat kepolisian bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bergerak cepat dengan menggelar proses mediasi.
Berdasarkan hasil musyawarah lintas pihak, lokasi tempat ibadah tersebut untuk sementara waktu dikunci dan tidak dapat digunakan sampai proses penyelesaian tuntas.
Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menjelaskan bahwa langkah penghentian sementara kegiatan ibadah ini disepakati bersama dalam forum musyawarah yang dihadiri oleh Camat Rajeg Oman Apriaman, Ketua FKDM Rajeg Suparji Rustam, ketua lingkungan setempat, tokoh agama, serta perwakilan pihak GKPI.
Baca juga:Viral! Bocah Perempuan di Sukaraja Sukabumi Luka Parah Jadi Korban Begal HP
“Sementara menunggu proses mediasi, berdasarkan hasil musyawarah, lokasi kegiatan ibadah untuk sementara tidak digunakan dan dalam kondisi terkunci. Warga juga diminta tidak berkumpul di sekitar lokasi guna mencegah munculnya provokasi maupun potensi gesekan,” ujar Kombes Andi, Senin (21/9/2026).
Ia menegaskan, pihak kepolisian senantiasa mengedepankan langkah persuasif serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketenangan selama proses mediasi tingkat kecamatan berlangsung. Di sisi lain, negara tetap menjamin hak setiap warga negara untuk beribadah sesuai dengan keyakinannya.
Kombes Andi turut mengimbau seluruh pihak agar dapat menahan diri, menghindari tindakan yang berpotensi memicu keributan lanjutan, serta menghormati prosedur hukum dan musyawarah yang sedang berjalan.
“Yang paling utama adalah menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya, insiden ini mencuat setelah video amatir beredar luas di media sosial sejak Minggu (20/9). Dalam rekaman video tersebut, tampak sekelompok orang berada di sekitar lokasi kejadian, sementara gambar lainnya memperlihatkan para jemaat berada di dalam ruangan. Rekaman itu juga sempat memperlihatkan seseorang yang membawa benda diduga senjata tajam.
Saat ini, situasi di lokasi dilaporkan tetap berada dalam pengawasan aparat kepolisian guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Sumber:detiknews
(LS)









