Fotom istimewa
SUKABUMILIFE.COM – Kabupaten Sukabumi mencatatkan rekor sebagai wilayah dengan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terluas di Jawa Barat hingga pertengahan Agustus 2026.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat per 22 Agustus 2026, total peristiwa karhutla di Jawa Barat telah menyentuh angka 121 kejadian. Dari angka tersebut, total lahan yang hangus terbakar telah mencapai 184,07 hektare yang tersebar di 19 kabupaten dan kota.
Dari keseluruhan total luasan tersebut, Kabupaten Sukabumi menjadi penyumbang terbesar dengan 49,20 hektare lahan terbakar. Angka ini menempatkan Kabupaten Sukabumi di posisi teratas daerah terdampak karhutla terparah di Jawa Barat.
Secara rinci, karhutla di Kabupaten Sukabumi terjadi sebanyak 12 kali yang tersebar di 11 kecamatan dan 15 desa/kelurahan. Angka luasan lahan terbakar di Sukabumi terpaut cukup jauh jika dibandingkan dengan Kabupaten Kuningan di posisi kedua yang mencatat 22,40 hektare.
Sementara itu, Kabupaten Sumedang berada di posisi ketiga dengan luas lahan terbakar mencapai 21,68 hektare, disusul Kabupaten Cirebon (20,73 ha), Kabupaten Bandung (16,50 ha), dan Kabupaten Majalengka (16,48 ha).
Meski Kabupaten Sukabumi memimpin dari segi luas wilayah yang terbakar, Kabupaten Sumedang justru mencatat frekuensi kebakaran tertinggi di Jabar dengan total 19 kejadian yang tersebar di 10 kecamatan.
Baca juga: Karhutla Kalimantan Kian Parah, Asap Lintas Batas Pertaruhkan Geopolitik Indonesia
Sebaran Karhutla Meluas di 87 Kecamatan
Data BPBD Jawa Barat menegaskan bahwa ancaman karhutla selama musim kemarau kini telah meluas hingga ke 87 kecamatan dan 139 desa/kelurahan.
Di wilayah tetangga, Kabupaten Cianjur mengantongi 5 kejadian dengan luas 7,40 hektare, sedangkan Kabupaten Pangandaran mencatat 3 kejadian dengan luas 4,07 hektare. Wilayah Kota Sukabumi sendiri tak luput dari ancaman setelah dilanda 4 kejadian karhutla dengan luas area terbakar mencapai 3,01 hektare.
Daerah lain yang turut menyumbang angka karhutla di antaranya Kabupaten Garut dan Kabupaten Bogor (masing-masing 2 hektare), Kota Bandung (0,58 hektare), serta Kabupaten Ciamis (0,24 hektare). Wilayah seperti Bandung Barat, Karawang, Depok, dan Indramayu juga melaporkan kejadian serupa meski dengan skala yang lebih kecil.
Mengingat musim kemarau yang masih berlangsung, potensi munculnya titik api baru di lahan-lahan kering berisiko tinggi masih sangat besar. Masyarakat dan pihak terkait diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan guna mencegah bencana yang lebih luas.
| Daerah / Wilayah | Luas Lahan Terbakar (Ha) |
| Kabupaten Sukabumi | 49,20 |
| Kabupaten Kuningan | 22,40 |
| Kabupaten Sumedang | 21,68 |
| Kabupaten Cirebon | 20,73 |
| Kabupaten Bandung | 16,50 |
| Kabupaten Majalengka | 16,48 |
| Kabupaten Subang | 9,53 |
| Kabupaten Purwakarta | 8,02 |
| Kabupaten Cianjur | 7,40 |
| Kabupaten Pangandaran | 4,07 |
| Kota Sukabumi | 3,01 |
| Kabupaten Garut | 2,00 |
| Kabupaten Bogor | 2,00 |
| Kota Bandung | 0,58 |
| Kabupaten Ciamis | 0,24 |
| KBB, Karawang, Depok, Indramayu | < 0,10 |
Sumber: Sukabumiku.id
(NK)









