foto
sukabumilife.com – Kreativitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sukabumi kembali menunjukkan taringnya di kancah nasional. Kali ini, kerajinan anyaman bambu naik kelas hasil produksi kelompok pengrajin lokal di Kabupaten Sukabumi berhasil mencatatkan peningkatan omzet signifikan hingga 40% menjelang pertengahan tahun 2026.
Produk seperti dekorasi rumah (home decor), kap lampu estetik, hingga tas etnik berbahan dasar bambu tali kini menjadi buruan para pelaku bisnis perhotelan dan kafe di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, hingga Bali.
Sentuhan Modern pada Tradisi Lokal
Kang Asep Sunandar (38), salah satu pelopor pengrajin bambu asal Kecamatan Cisaat, mengungkapkan bahwa kunci sukses menembus pasar modern adalah berani berinovasi pada desain tanpa menghilangkan unsur tradisionalnya.
“Dulu bambu hanya dibuat bilik rumah atau bakul nasi biasa. Sekarang, kami padukan dengan tren desain scandinavian dan minimalist japandi. Ternyata pasar di kota besar sangat meminati produk ramah lingkungan seperti ini,” ujar Asep saat ditemui di rumah produksinya, Kamis (2/7/2026).
Selain inovasi produk, pemanfaatan platform digital dan media sosial menjadi katalis utama melonjaknya permintaan. Melalui program pendampingan digitalisasi UMKM yang digalakkan pemerintah daerah setempat, para pengrajin kini mahir melakukan pemasaran daring (online marketing).
Dampak Positif Bagi Ekonomi Warga Sekitar
Melejitnya bisnis kerajinan bambu ini tidak hanya membawa keuntungan bagi pemilik usaha, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar, khususnya ibu rumah tangga dan pemuda putus sekolah.
Berikut adalah data perkembangan serapan tenaga kerja dan kapasitas produksi lokal selama semester pertama tahun ini:
| Indikator Bisnis | Awal Tahun 2026 | Juni 2026 (Saat Ini) | Peningkatan |
| Jumlah Pengrajin Aktif | 15 Orang | 45 Orang | 200% |
| Kapasitas Produksi / Bulan | 500 unit | 1.800 unit | 260% |
| Jangkauan Pasar Utama | Lokal Sukabumi | Jabodetabek & Bali | Nasional |
baca juga : AAUI Optimistis Bisnis Asuransi Marine Cargo Masih Tumbuh Positif pada 2026
Dukungan Pemkot dan Tantangan Bahan Baku
Melihat potensi yang luar biasa ini, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus memberikan fasilitas, mulai dari kemudahan sertifikasi produk hingga keikutsertaan dalam pameran skala internasional.
Namun, para pengrajin mengaku mulai menghadapi tantangan baru, yaitu stabilitas pasokan bahan baku bambu kualitas premium saat cuaca tidak menentu.
Ke depan, para pelaku usaha berharap ada sinergi dengan kelompok tani hutan lokal untuk menjaga kelestarian pohon bambu di Sukabumi, sehingga roda bisnis sirkular yang ramah lingkungan ini bisa terus berputar dan mengharumkan nama Sukabumi. (SL/Red)
Apakah gaya bahasa dan topik berita bisnis di atas sudah sesuai dengan karakter rubrik sukabumilife.com yang Anda inginkan, atau ada sektor bisnis spesifik lain (seperti kuliner atau pariwisata) yang ingin Anda angkat?
(RS)









