Tembus Rp62,9 Triliun, Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Motor Utama Ekonomi Kabupaten Sukabumi

foto ilustrasi

, Sukabumilife.com – Geliat aktivitas jual beli dan belanja masyarakat terus menjadi motor penggerak utama roda perekonomian di Kabupaten Sukabumi. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sukabumi mencatat, nilai Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) pada tahun 2025 berhasil menembus angka Rp62,91 triliun.

Angka fantastis ini mendominasi struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sukabumi, jauh melampaui sektor investasi fisik atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tercatat sebesar Rp26,77 triliun pada tahun yang sama.

Berdasarkan laporan publikasi PDRB Kabupaten Sukabumi Menurut Pengeluaran 2021–2025, rasio konsumsi rumah tangga terhadap investasi fisik mencapai angka 2,35. Hal ini menunjukkan bahwa perputaran uang untuk kebutuhan sehari-hari warga Sukabumi nilainya lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan nilai investasi fisik yang masuk.

Konsumsi Warga Terus Meningkat dalam 5 Tahun Terakhir

Dominasi belanja rumah tangga ini bukan hal baru, melainkan tren yang terus menguat. Dalam lima tahun terakhir, porsi konsumsi rumah tangga terhadap total PDRB terus merangkak naik:

  • Tahun 2021: 64,12 persen
  • Tahun 2025: 65,95 persen

Sementara itu, kontribusi investasi fisik (PMTB) bergerak stagnan di kisaran 28 hingga 29 persen, dan berada di angka 28,07 persen pada tahun 2025.

“Perbandingan antara Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menunjukkan bahwa selama periode 2021–2025, struktur penggunaan PDRB Kabupaten Sukabumi masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga,” tulis BPS dalam laporan resminya.

Artinya, sebagian besar barang dan jasa yang diproduksi di Kabupaten Sukabumi, maupun yang didatangkan dari luar daerah, mayoritas dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi akhir rumah tangga masyarakat setempat.

baca juga:Tren Olahraga di Media Sosial: Antara FOMO dan Investasi Kesehatan Jangka Panjang

Investasi Tumbuh, Namun Mengalami Perlambatan

Di sisi lain, sektor investasi fisik sebenarnya masih menunjukkan tren positif secara nominal. Nilai PMTB atas dasar harga berlaku naik dari Rp25,67 triliun (2024) menjadi Rp26,77 triliun (2025).

Meski demikian, BPS memberikan catatan adanya perlambatan pada laju pertumbuhannya. Jika pada tahun 2024 investasi sempat tumbuh melesat di angka 6,75 persen, maka pada tahun 2025 laju pertumbuhannya melambat menjadi 3,10 persen.

Secara keseluruhan, meski ditopang kuat oleh sektor konsumsi dan menghadapi tantangan perlambatan investasi, makroekonomi Kabupaten Sukabumi terpantau tetap sehat dan tumbuh positif sebesar 5,69 persen pada tahun 2025

sumber: sukabumiku.id

(an)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *