foto istimewa
SUKABUMI, Sukabumilife.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar SD Negeri Wangunreja, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Salah seorang siswanya, Aljenar Malik Seputro, meninggal dunia bersama dua adiknya dalam peristiwa kebakaran rumah yang terjadi pada Kamis (24/7/2026) malam.
Pada Sabtu (25/7/2026), para guru dan siswa SDN Wangunreja mendatangi rumah duka di Kampung Babakan Bandung, Desa Wangunreja, untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Aljenar Malik Seputro yang saat ini duduk di bangku kelas IV SD menjadi salah satu dari tiga korban meninggal dalam musibah tersebut. Dua adiknya, yakni Saka Asadek yang masih mengenyam pendidikan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Shakila Almahira Quenzar yang masih balita, juga tidak dapat menyelamatkan diri saat rumah panggung berbahan kayu yang mereka tempati mendadak dilalap si jago merah.
Wali kelas Aljenar, Media Diana, mengaku sangat terpukul atas kepergian salah satu anak didiknya tersebut. Ia mengungkapkan, tidak ada firasat apa pun sebelumnya bahwa Aljenar akan berpulang dalam musibah yang begitu tragis.
“Kami semua sangat kehilangan. Aljenar adalah anak yang baik dan aktif di sekolah. Seluruh guru maupun teman-temannya sangat berduka atas kejadian ini,” ungkap Media Diana saat ditemui wartawan di rumah duka.
Suasana haru tampak begitu menyelimuti lokasi. Rekan-rekan sekolah korban datang bergantian untuk mendoakan almarhum Aljenar dan memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.
baca juga:potongan-video-viral-pria-mematung-di-sukabumi-1778577570740_169 (1)
Diketahui, ketiga korban selama ini tinggal bersama sang nenek. Sementara itu, kakak korban yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) berhasil selamat dari musibah tersebut. Kedua orang tua korban sendiri dikabarkan sedang merantau untuk bekerja di luar daerah.
Berdasarkan informasi sementara, kebakaran diduga dipicu dari nyala lilin yang digunakan saat terjadi pemadaman listrik akibat gangguan aliran. Api kemudian menyambar bagian rumah panggung berbahan kayu sehingga dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya.
Peristiwa pilu ini tak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga menyisakan kepedihan mendalam bagi warga sekitar dan seluruh keluarga besar SD Negeri Wangunreja yang kehilangan sosok siswa periang tersebut.
sumber: sukabumiku.id
(rsn)









