FOTO ISTIMEWA
SUKABUMI, sukabumilife.com — Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh aksi selebgram Ruce Nuenda. Ia menuai kritik tajam dari warganet setelah mengunggah aktivitas olahraga di luar rumah, padahal dirinya sedang terinfeksi penyakit campak.
Sadar aksinya memicu kegaduhan karena potensi penularan yang tinggi, Ruce akhirnya menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf terbuka melalui Instagram Story miliknya.
Sempat Dikira Aman karena Rawat Jalan
Dalam klarifikasinya, Ruce menjelaskan bahwa dirinya sudah sempat memeriksakan diri ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit dan meminta untuk rawat inap (opname). Namun, dokter menyatakan kondisinya cukup aman untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.
Meski begitu, ia mengakui keputusannya untuk tetap keluar rumah dan berolahraga adalah sebuah kecerobohan.
“Saya menyadari bahwa seharusnya saya tidak keluar rumah, bahkan untuk olahraga sekalipun. Jujur, saya baru memahami sepenuhnya setelah mendapat teguran dari teman-teman semua. Setelah diingatkan, saya langsung pulang dan menyampaikan permintaan maaf,” tulis Ruce dalam unggahannya.
Sebelumnya, Ruce sempat mengunggah foto yang memperlihatkan ruam kemerahan di tangan dan kakinya sembari beraktivitas di area publik. Unggahan itu langsung diserbu komentar pedas warganet yang khawatir akan dampak penularannya.
“Heh gilaa kalau nularin ibu hamil,” tulis salah satu netizen. “Maaf gaes, nggak tau kalau nular, aku balik,” respons Ruce singkat saat menyadari kekeliruannya.
Edukasi: Seberapa Bahaya dan Menularnya Penyakit Campak?
Belajar dari kasus ini, masyarakat perlu tahu bahwa campak bukan sekadar sekumpulan ruam merah biasa. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), campak adalah salah satu penyakit paling menular di dunia.
Berikut adalah fakta medis penting mengenai virus campak yang wajib diwaspadai:
- Sangat Menular: Satu orang yang terinfeksi campak dapat menularkan virusnya kepada hingga 18 orang lain yang belum memiliki kekebalan.
- Media Penularan: Virus menyebar lewat droplet (percikan cairan hidung/tenggorokan) saat batuk atau bersin, serta lewat udara (airborne).
- Daya Tahan Virus: Virus campak bisa bertahan dan melayang di udara atau menempel di permukaan benda hingga 2 jam.
- Masa Penularan: Penderita sudah bisa menularkan virus sejak 4 hari sebelum ruam merah muncul, hingga 4 hari setelah ruam terlihat.
Kenali Gejala Awal Campak
Sebelum ruam merah menyebar dari wajah hingga ke ujung kaki, gejala awal biasanya muncul selama 4 hingga 7 hari berupa:
- Hidung berair dan batuk.
- Mata merah dan berair.
- Muncul bintik putih kecil di bagian dalam pipi.
Penting untuk Diingat! Campak bisa memicu komplikasi fatal seperti diare berat, infeksi telinga, pneumonia, hingga pembengkakan otak (ensefalitis). Jika menjangkiti ibu hamil, campak berisiko tinggi menyebabkan bayi lahir prematur atau keguguran.
Bagi warga Sukabumi, jika Anda atau anak mengalami gejala serupa, pastikan untuk tetap berada di dalam rumah (isolasi mandiri), penuhi kebutuhan cairan, dan hindari kontak dengan orang lain, terutama anak balita dan ibu hamil.
sumber : madiun times









