Foto istimewa
SUKABUMI – Wizzmie terus menunjukkan komitmennya sebagai pelaku usaha yang tidak hanya berorientasi pada profit bisnis semata. Kedai kuliner yang digandrungi anak muda ini membuktikan kepeduliannya terhadap pembangunan daerah lewat kepatuhan tinggi terhadap regulasi, khususnya dalam pembayaran pajak.
Manajer Wizzmie Sukabumi, Zenysa Carine, menegaskan bahwa kepatuhan pajak sudah menjadi prinsip utama dan fundamental dalam operasional seluruh outlet Wizzmie. Demi memastikan proses tersebut berjalan konsisten tanpa kendala, manajemen bahkan telah membentuk tim internal khusus.
“Untuk soal pajak, kami memiliki tim yang secara khusus memastikan seluruh kewajiban pajak dipenuhi. Kami selalu mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah daerah,” ujar Zenysa, Jumat (9/1/2026).
Baca juga :Viral Nasabah Bisnis Kehilangan Dana Miliaran Rupiah, BCA Minta Waspadai Modus Penipuan Ini
Sabet Penghargaan di Berbagai Daerah
Komitmen taat pajak ini nyatanya tidak hanya digalakkan di Kota Sukabumi, melainkan di seluruh cabang Wizzmie yang tersebar di Indonesia. Berkat kedisiplinan tersebut, Wizzmie tercatat sukses mengantongi berbagai apresiasi dan penghargaan kepatuhan dari pemerintah daerah di sejumlah wilayah, termasuk Cilacap dan Purwokerto.
Menurut Zenysa, pencapaian dan penghargaan ini menjadi bukti valid bahwa pertumbuhan bisnis yang pesat dapat berjalan beriringan dengan ketaatan terhadap hukum.
- Komitmen Berkelanjutan: Wizzmie bertekad untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah di mana pun cabangnya beroperasi.
- Motivasi Regulasi: Penghargaan yang diterima dari berbagai daerah menjadi pemacu semangat manajemen untuk mempertahankan standar operasional yang bersih dan transparan.
Menjadi Bagian dari Ekosistem Pembangunan Daerah
Lebih dari sekadar tempat nongkrong dan penyedia kuliner mie kekinian, Wizzmie memposisikan dirinya sebagai bagian penting dari ekosistem pembangunan daerah. Kontribusi pajak yang disetorkan secara tertib dan transparan diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Peningkatan PAD ini nantinya akan berputar kembali ke masyarakat dalam bentuk fasilitas publik dan pembangunan infrastruktur.
“Keberadaan Wizzmie bukan hanya soal kuliner, tetapi bagaimana kami bisa memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan daerah,” pungkas Zenysa.
Langkah konkret yang ditunjukkan oleh manajemen Wizzmie ini diharapkan dapat menjadi role model atau contoh positif bagi para pelaku usaha lain di Sukabumi agar menjalankan bisnis secara bertanggung jawab, sehat, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Sumber : Sukabumiku.id
(NK)









