105 Siswa dan 8 Guru Keracunan Program Makan Bergizi Gratis, Operasional SPPG Disetop Sementara

FOTO ISTIMEWA

SUKABUMILIFE.COM — Kasus keracunan massal kembali mencuat dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 105 murid dan 8 guru SMAN 1 Rembang, Jawa Tengah, mengalami gejala keracunan seperti mual dan diare usai menyantap menu MBG yang dibagikan.

Menanggapi insiden ini, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mengambil tindakan tegas dengan mencopot kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta menghentikan sementara operasional dapur yang bersangkutan.

BACA JUGA:Kesehatan Mental Siswa Terancam, Pengamat Sebut SPMB Berpotensi Jadi Bencana Pendidikan

Langkah Tegas Badan Gizi Nasional (BGN)

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Pihaknya menegaskan telah memberlakukan sanksi berat menyusul adanya pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) di lapangan.

  • Suspend 30 Hari: Operasional SPPG Magersari 2 dihentikan sementara selama 30 hari ke depan untuk proses pemulihan dan evaluasi total.
  • Ancaman Penutupan Permanen: Jika proses recovery dan perbaikan manajemen dapur tidak berjalan sesuai standar, BGN tidak segan-segan melakukan penutupan secara permanen.
  • Investigasi Menyeluruh: Tim BGN bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat tengah menyelidiki sampel laboratorium, kelayakan dapur, hingga kedisiplinan personel pengolah makanan.

Kronologi Kejadian di SMAN 1 Rembang

Kasus ini bermula ketika para siswa dan guru menyantap paket menu MBG pada Kamis (24/9). Menu yang disajikan hari itu terdiri atas nasi, bakwan jagung, dan pentol bumbu Bali.

Tidak lama setelahnya, sebanyak 105 siswa dan 8 guru merasakan keluhan kesehatan berupa mual, muntah, hingga diare. Kepala SMAN 1 Rembang, Endang Sri Lestari, membenarkan kejadian tersebut dan mencatat bahwa seluruh korban terdampak berasal dari kalangan siswa dan guru.

Catatan Redaksi: Insiden ini menjadi pengingat penting bagi seluruh penyedia layanan katering dan pengelola program gizi di berbagai daerah—termasuk di Sukabumi—untuk memperketat standar kebersihan, higienitas bahan baku, serta pengawasan rantai pasok makanan demi keselamatan para penerima manfaat.

sumber:dtiknews

(NT)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *