FOTO ISTIMEWA
SUKABUMILIFE.COM — Demam tinggi sering kali datang secara tiba-tiba dan membuat panik, baik ketika dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa. Tubuh yang terasa panas, menggigil, dan lemas merupakan respons alami sistem kekebalan tubuh yang sedang melawan infeksi virus atau bakteri.
Meskipun demam adalah bentuk pertahanan tubuh, suhu tubuh yang terlalu tinggi tetap memerlukan penanganan yang tepat agar tidak menimbulkan komplikasi. Bagi Anda warga Sukabumi, berikut langkah-langkah praktis dan aman untuk mengatasi demam tinggi di rumah sebagai pertolongan pertama.
1. Istirahat Total dan Cukupi Kebutuhan Cairan
- Cegah Dehidrasi: Saat demam, tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat. Minumlah air putih yang banyak, kuah sup hangat, atau cairan elektrolit.
- Istirahat Cukup: Kurangi aktivitas fisik dan biarkan tubuh fokus memulihkan energi untuk melawan infeksi.
2. Gunakan Kompres Air Hangat (Bukan Air Dingin)
- Tempelkan kompres dengan air hangat suam-suam kuku di area lipatan tubuh seperti ketiak, leher, atau selangkangan.
- Hindari Air Es: Menempelkan air dingin atau es justru membuat tubuh merespons dingin dan menaikkan suhu tubuh bagian dalam, serta memicu menggigil.
3. Gunakan Pakaian Tipis dan Nyaman
- Kenakan pakaian yang berbahan tipis, longgar, dan menyerap keringat.
- Hindari menyelimuti penderita dengan selimut tebal bertumpuk-tumpuk karena akan mengurung panas di dalam tubuh.
BACA JUGA:Tips Rahasia Bikin Semur Jengkol Empuk, Pulen, dan Bebas Bau Anti Gagal!
4. Konsumsi Obat Penurun Panas Secukupnya
- Anda dapat mengonsumsi obat bebas seperti Paracetamol atau Ibuprofen sesuai petunjuk dosis pada kemasan.
- Hindari memberikan aspirin pada anak-anak dan remaja tanpa saran dokter karena risiko efek samping serius.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Segera bawa penderita ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat jika:
- Suhu tubuh mencapai $39^\circ\text{C}$ atau lebih dan tidak kunjung turun setelah dikompres/diberi obat.
- Demam berlangsung lebih dari 3 hari berturut-turut.
- Disertai gejala berat seperti kejang, sesak napas, kaku pada leher, atau penurunan kesadaran.
(RSN)









