Foto istimewa
Sukabumilife.com, CIKOLE — Menanggapi keluhan dari para pedagang di sepanjang kawasan Jalan Gudang, Kecamatan Cikole, pihak pelaksana proyek pemeliharaan infrastruktur jalan bergerak cepat. Kontraktor memastikan pengerjaan di lapangan akan dilakukan secara maksimal dan dipercepat sebagai wujud nyata dari profesionalitas kerja.
Langkah akselerasi pengerjaan ini diambil sebagai komitmen utama untuk meminimalisir dampak sosial-ekonomi terhadap aktivitas harian masyarakat dan pelaku usaha sekitar yang berada di area pengerjaan fisik.
Adenda, selaku Pelaksana Kegiatan dari CV Rangga Buana, menyampaikan bahwa sebelum proyek dimulai, pihaknya sebenarnya telah melakukan sosialisasi formal kepada para pedagang maupun warga lokal yang tinggal di sekitar lokasi.
“Kami sudah melakukan sosialisasi sebelumnya kepada pedagang dan warga sekitar. Terkait adanya keluhan yang muncul saat ini, kami pastikan pengerjaan akan dilakukan secepat mungkin sebagai bentuk profesionalitas kami,” ujar Adenda kepada awak media, Sabtu (25/04/2026).
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jangka Panjang
Lebih lanjut, Adenda memaparkan bahwa proyek pemeliharaan Jalan Gudang ini memiliki urgensi serta manfaat jangka panjang yang sangat besar untuk tata kota. Setelah seluruh tahapan konstruksi selesai, kualitas permukaan jalan akan jauh lebih representatif dan nyaman dilalui.
“Kalau nanti sudah selesai, jalan akan lebih mulus dan akses jadi lancar. Keberadaan infrastruktur yang mantap ini tentu akan berdampak positif terhadap kelancaran mobilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan Cikole,” tambahnya optimis.
Baca juga:Bisnis Kuliner Tak Cukup Modal Viral? Mahasiswa Manajemen UNM Bongkar Rahasia Sukses Mie Khangen!
Pedagang Keluhkan Penurunan Omzet Drastis
Meski proyek ini bertujuan baik untuk jangka panjang, dinamika di lapangan menyisakan tantangan bagi para pemilik toko. Hambatan akses masuk akibat material proyek dan penutupan jalan sementara berimbas langsung pada menurunnya jumlah kunjungan konsumen.
Kondisi tersebut berdampak signifikan terhadap merosotnya pendapatan harian usaha, bahkan memicu kekhawatiran gulung tikar jika durasi proyek molor.
Salah satu pekerja toko di kawasan tersebut, Putri Suriah dari DK Store SMI, mengungkapkan penurunan pendapatan yang dirasakan tempatnya bekerja sejak pengerjaan fisik dimulai.
“Omzet toko turun sampai 50 persen, bahkan sekarang kami terancam gulung tikar karena akses utama menuju toko tertutup total,” keluh Putri.
Komitmen Pemkot Sukabumi untuk Infrastruktur Layak
Merespons keluhan tersebut, pihak kontraktor kembali mempertegas upayanya untuk mengoptimalkan manajemen waktu pengerjaan di lapangan agar proyek bisa selesai lebih awal dari target kontrak awal.
Sebagai informasi, proyek infrastruktur dengan nilai kontrak fantastis yang mencapai lebih dari Rp1,2 miliar ini ditargetkan untuk meningkatkan kualitas serta ketahanan jalan kota sepanjang kurang lebih 1.250 meter.
“Pemerintah Kota Sukabumi melaksanakan proyek pemeliharaan ini sebagai langkah nyata untuk memperbaiki kondisi jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan dan kerap membahayakan para pengguna jalan,” pungkas Adenda.
Sumber: Sukabumiku.id
(RR)









