Gambar istimewa
SUKABUMI – Media sosial dihebohkan dengan unggahan seorang konsumen yang mengaku mengalami kejanggalan saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Cimaja, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Unggahan tersebut viral setelah memperlihatkan adanya selisih lebih dari Rp100 ribu antara nominal yang dibayarkan dengan transaksi yang tercatat dalam aplikasi MyPertamina.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Isi Full Tank
Konsumen dengan pemilik akun Facebook Shania Juliansyah mengungkapkan pengalamannya melalui sebuah unggahan yang kemudian ramai dibagikan ulang oleh warganet. Ia mengaku hampir mengalami kerugian akibat perbedaan nominal pembayaran saat mengisi solar subsidi pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Menurut pengakuannya, kronologi kejadian berlangsung sebagai berikut:
- Pengisian BBM: Tiba di SPBU Cimaja, Shania meminta petugas untuk mengisi tangki kendaraan hingga penuh (full tank) tanpa menentukan nominal tertentu.
- Nominal yang Ditagih: Setelah pengisian selesai, petugas menyebut total pembayaran mencapai Rp357.000.
- Metode Pembayaran: Awalnya, Shania berniat membayar menggunakan QRIS. Namun, operator SPBU menyampaikan bahwa pembayaran non-tunai tidak dapat dilakukan, sehingga ia akhirnya membayar secara tunai.
Tanpa menaruh curiga, uang pun langsung diserahkan sesuai nominal yang disebutkan petugas.
Baca juga:Jajanan-Viral
Kejanggalan Terlacak di Aplikasi MyPertamina
Kejanggalan baru terungkap beberapa saat kemudian ketika Shania memeriksa aplikasi MyPertamina. Dalam aplikasi tersebut, transaksi pengisian BBM ternyata hanya tercatat sebesar Rp252.300.
Terdapat selisih sebesar Rp104.700 dari nominal yang telah ia bayarkan secara tunai kepada petugas.
Merasa ada yang tidak beres, Shania memutuskan kembali ke SPBU untuk meminta penjelasan dan mempertanyakan kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut. Unggahannya langsung memicu beragam komentar dari warganet. Banyak yang mengingatkan pentingnya selalu memperhatikan angka pada dispenser BBM dan meminta struk transaksi setiap kali mengisi bahan bakar.
Klarifikasi Pihak SPBU Cimaja: Murni Salah Sebut
Menanggapi viralnya unggahan tersebut, pihak manajemen SPBU Cimaja akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Pengawas SPBU Cimaja, Elan, membenarkan adanya kekeliruan saat transaksi berlangsung.
Menurut Elan, kejadian itu bukan disebabkan oleh kerusakan sistem maupun kesalahan mesin dispenser, melainkan murni faktor human error.
“Sebenarnya nilai transaksi yang tercatat sebesar Rp252.300, namun operator keliru menyebutkan angka kepada konsumen,” ujar Elan saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026).
Persoalan Telah Diselesaikan
Elan menjelaskan bahwa setelah konsumen menyadari adanya perbedaan nominal dan kembali ke SPBU, pihak manajemen langsung bergerak cepat.
- Pengembalian Dana: Selisih uang yang terlanjur dibayarkan langsung dikembalikan kepada konsumen saat itu juga.
- Permohonan Maaf: Operator yang bersangkutan telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Shania.
Meski persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan, kasus ini terlanjur menjadi sorotan publik. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya transparansi transaksi di pelayanan publik serta ketelitian konsumen saat melakukan pembayaran di SPBU.
Simber : sukabumiku.id
(NK)









