Viral Kabar Indonesia Bakal Turun Salju Tahun 2026, BMKG Tegaskan Ini Hoaks!

FOTO ISTIMEWA

SUKABUMI, sukabumilife.com — Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah unggahan viral yang mengklaim bahwa fenomena salju akan turun di Indonesia pada tahun 2026. Kabar ini sontak memicu perbincangan hangat di kalangan warganet, mulai dari yang merasa penasaran, antusias, hingga yang merasa waswas akan potensi bencana iklim ekstrem.

Namun, apakah kabar tersebut benar adanya? Berikut hasil penelusuran tim redaksi.

Hasil Penelusuran: Klaim Salju Turun di Indonesia Adalah Hoaks

Berdasarkan verifikasi data dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), informasi yang menyebutkan Indonesia akan diguyur salju pada tahun 2026 adalah tidak benar atau hoaks.

Deputi Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menegaskan bahwa secara geografis dan ilmiah, fenomena tersebut sangat tidak mungkin terjadi di tanah air.

“Indonesia memiliki iklim tropis dengan suhu rata-rata antara 20°C hingga 30°C sepanjang tahun dan terletak persis di garis khatulistiwa,” jelas pihak BMKG.

Kenapa Salju Mustahil Turun di Wilayah Tropis?

BACA JUGA : Bisnis Kuliner Tak Cukup Modal Viral? Mahasiswa Manajemen UNM Bongkar Rahasia Sukses Mie Khangen!

Secara umum, syarat utama terbentuknya salju memerlukan kondisi atmosfer dan suhu udara yang spesifik:

  • Suhu Udara Ekstrem: Salju hanya terbentuk ketika uap air di udara membeku pada suhu sangat rendah, yaitu di bawah 0°C.
  • Kondisi Indonesia: Sebagai negara tropis, Indonesia menerima sinar matahari melimpah sepanjang tahun. Suhu rata-rata harian kita berkisar 25°C–30°C, jauh dari batas beku yang diperlukan untuk menciptakan kristal salju.

Satu-satunya wilayah di Indonesia yang memiliki salju abadi hanyalah di kawasan dataran tinggi ekstrem, seperti Puncak Jaya di Papua, itu pun karena faktor ketinggian yang sangat menjulang (topografi), bukan karena perubahan iklim secara nasional.

Imbauan untuk Warga Sukabumi

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas sumber keabsahannya.

Sebelum membagikan ulang sebuah berita di grup WhatsApp atau media sosial, pastikan untuk selalu melakukan saring sebelum sharing dan memantau kanal resmi BMKG atau Komdigi untuk mendapatkan informasi cuaca yang akurat. (sl)

sumber : bisnis com

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *