Akses Jalan Rusak Parah, Lansia Sakit di Jampang Tengah Sukabumi Terpaksa Ditandu Pakai Sarung

SUKABUMI – Sebuah video yang memperlihatkan perjuangan warga menandu seorang lansia yang sedang sakit menggunakan kain sarung viral di media sosial. Peristiwa memilukan ini terjadi di Kampung Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, akibat akses jalan desa yang rusak parah dan tak bisa dilalui kendaraan.

Lansia yang berada di dalam tandu darurat tersebut diketahui bernama Sadi (60). Ia terpaksa dievakuasi warga menggunakan bentangan kain sarung yang diikat pada sebilah bambu karena kondisinya yang terus memburuk.

Ambulans Desa Tidak Bisa Masuk

Menurut keterangan warga setempat yang juga merekam video tersebut, Galih, aksi gotong royong darurat ini terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Sadi yang sedang menderita komplikasi penyakit terpaksa harus dibawa ke faskes terdekat dengan cara yang memprihatinkan.

“Pak Sadi menderita komplikasi asam urat dan lambung. Karena ambulans tidak bisa masuk sama sekali ke lokasi rumah akibat jalan rusak, warga akhirnya berinisiatif membuat tandu darurat,” ujar Galih.

Dalam rekaman video berdurasi singkat yang beredar, tampak sejumlah pria paruh baya harus berjibaku memikul beban bambu panjang di atas bahu mereka. Di bawah bambu itu, tubuh Sadi yang terbungkus beberapa helai kain sarung dan selimut tampak terombang-ambing saat warga melintasi medan jalan tanah yang ekstrem dan berbatu.

Warga harus berjalan kaki sambil memikul tandu sejauh kurang lebih 1 kilometer demi mencapai titik jemput mobil ambulans.

Jeritan Warga: Bukan Kejadian yang Pertama

Tragisnya, kejadian menandu orang sakit menggunakan kain sarung seperti ini bukanlah hal baru bagi warga Kampung Cidahu. Buruknya infrastruktur jalan membuat warga selalu berada dalam posisi sulit setiap kali ada kedaruratan medis.

Keluhan Warga Terkait Infrastruktur:

  • Akses Terisolasi: Kendaraan roda empat, termasuk ambulans desa, sama sekali tidak bisa menjangkau pemukiman warga jika terjadi kondisi darurat.
  • Kejadian Berulang: Menandu warga sakit atau melahirkan menggunakan sarung sudah menjadi “tradisi terpaksa” yang sering dilakukan warga setempat.
  • Jarak Evakuasi Jauh: Warga harus berjalan kaki minimal 1 kilometer melewati medan ekstrem hanya untuk mencari jalan yang layak dilalui kendaraan.

Berharap Perhatian Pemerintah

Mewakili masyarakat Desa Tanjungsari, Galih sangat berharap jeritan hati warga di pelosok Sukabumi ini bisa segera didengar dan direspons oleh pemerintah daerah maupun instansi terkait.

“Harapannya semoga cepat didengar pemerintah. Intinya warga sudah bingung harus gimana lagi, setiap ada yang sakit pasti kejadiannya ditandu seperti ini. Kami butuh jalan yang layak,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga berharap ada langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk segera memperbaiki akses jalan di Kecamatan Jampang Tengah agar kejadian serupa tidak terus terulang.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *