gambar istimewah
SUKABUMILIFE.ID, CIBITUNG – Dua pelajar perempuan nyaris menjadi korban kecelakaan air (laka air) di destinasi wisata Curug Cikaso, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (22/5/2026) sore.
Beruntung, aksi sigap dari petugas Balawista bersama pengemudi perahu dan warga sekitar berhasil menyelamatkan nyawa keduanya dari kepungan arus banjir bandang yang datang secara tiba-tiba.
Informasi yang dihimpun, kedua korban diidentifikasi bernama Dea (15), warga Kampung Citarih RT 15/RW 08, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, dan Nida (15), warga Kampung Cilalay RT 008/RW 003, Desa Sinarsari, Kecamatan Surade. Keduanya diketahui masih berstatus sebagai pelajar aktif.
Baca juga : DPRD SUKABUMI
Kronologi Kejadian: Nekat Menyeberang Saat Hulu Mendung
Peristiwa mencekam ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Kejadian bermula saat rombongan yang terdiri dari empat pelajar berpakaian seragam pramuka nekat menyeberang ke area sebelah kanan kawasan Curug Cikaso.
Menurut keterangan saksi mata sekaligus pengemudi perahu, Dadah, kondisi cuaca di wilayah hulu sungai sebenarnya sudah mulai mendung. Melihat tanda-tanda alam tersebut, petugas lifeguard di lokasi langsung memberikan peringatan dini kepada para pengunjung agar segera kembali.
“Petugas sebenarnya sudah mengingatkan supaya cepat kembali menyeberang karena di hulu sudah mendung. Dua orang langsung kembali, tapi dua lainnya masih berada di tengah sungai saat debit air tiba-tiba membesar,” ujar Dadah.
Detik-Detik Penyelamatan Dramatis oleh Balawista
Saksi lainnya, Pepen, menuturkan bahwa terjangan arus air datang secara mendadak. Hal tersebut sempat memicu kepanikan luar biasa di lokasi kejadian karena dalam hitungan detik debit air langsung meluap dan berarus deras.
“Air datang cukup deras dan cepat. Untung petugas Balawista langsung sigap turun melakukan penyelamatan bersama warga dan pengemudi perahu,” kata Pepen.
Melihat ada pengunjung yang terjebak di tengah kepungan arus yang menggila, dua petugas Balawista yang bersiaga, yakni Hudin alias Econg and Iwan, langsung bergerak cepat melakukan evakuasi. Keduanya nekat menerobos arus untuk menjangkau Dea dan Nida.
Berkat respons cepat dan kerja sama tim yang solid, kedua korban akhirnya berhasil dievakuasi ke daratan dalam keadaan selamat. Setelah mendapatkan penanganan awal untuk meredakan syok, kedua pelajar tersebut langsung diantarkan pulang ke rumah masing-masing menggunakan kendaraan pribadi oleh petugas.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi para wisatawan agar selalu mematuhi instruksi petugas keselamatan saat berada di kawasan wisata alam. Terutama, ketika kondisi cuaca di wilayah hulu sudah mulai berubah dan berpotensi memicu banjir bandang susulan.







