foto istimewa
Dampak kemarau panjang tahun ini mulai membawa nestapa pelik bagi sebagian masyarakat Kota Sukabumi. Warga Kampung Cikundul Hilir, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, dilaporkan sudah mengalami krisis air bersih yang parah selama dua bulan terakhir akibat sumur-sumur warga yang mengering total.
Kondisi memprihatinkan ini salah satunya dirasakan oleh Lina (50). Sumur di dalam rumahnya kini berubah menjadi lubang kering kerontang. Tak ada lagi suara deru mesin pompa, memaksa dirinya harus memutar otak demi mencukupi kebutuhan domestik harian.
“Sudah mau dua bulan kondisinya begini. Sumur di dalam rumah, di dapur, sudah kering total,” keluh Lina, Sabtu (18/07/2026).
Untuk bertahan hidup, Lina terpaksa menempuh perjalanan cukup jauh menuju wilayah Ciwangun demi memburu sumber air yang tersisa, atau menumpang dari sumur tetangga yang masih menyisakan sedikit cadangan. Pengeluaran rumah tangganya pun membengkak drastis karena harus membeli air galon dalam jumlah banyak.
Baca juga:Namanya Terseret Penyelidikan Polri, Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara
“Beli galon juga, dua hari saja sudah habis 20 galon. Sangat berat,” tambahnya.
Harapan Warga Akan Solusi Permanen
Nestapa yang dirasakan Lina rupanya menjadi potret massal di lingkungan RT 01 RW 04, Kampung Cikundul Hilir. Krisis air bersih seolah menjadi rutinitas pahit tahunan yang selalu berulang setiap kali musim kemarau tiba.
Di tengah situasi pelik ini, warga sangat mendambakan adanya solusi jangka panjang dari pihak terkait berupa fasilitas infrastruktur air yang memadai.
- Tantangan Utama: Wilayah RW 04 Cikundul memiliki topografi di dataran tinggi, sehingga penurunan debit air bawah tanah terjadi sangat cepat saat kemarau.
- Impian Warga: Adanya proyek pengeboran sumur dalam (artesis) di area kampung agar pasokan air tetap stabil dan mereka tidak perlu lagi memburu air ke luar wilayah saat kekeringan melanda.
PMI dan PDAM Salurkan Belasan Ribu Liter Air Darurat
Menanggapi krisis yang terjadi, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik air bersih. Langkah ini merupakan respons dari ditetapkannya status siaga darurat kekeringan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berlaku hingga 30 September 2026 mendatang.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Sukabumi, Imran Wardhani, menjelaskan bahwa pihaknya langsung menyiagakan armada untuk merespons wilayah yang terdampak parah.
“Hari ini, di RW 04 Kelurahan Cikundul, kami distribusikan sebanyak 9.500 liter air untuk 342 kepala keluarga dari tiga RT,” terang Imran.
Dalam operasi kemanusiaan darurat ini, PMI berkolaborasi secara sinergis dengan pihak PDAM Kota Sukabumi guna memperluas daya jangkau distribusi ke masyarakat.
Total Pasokan Air Bersih Darurat (RW 04 Cikundul):
┌──────────────────────────────┬──────────────────────────────┐
│ Armada │ Kapasitas │
├──────────────────────────────┼──────────────────────────────┤
│ 1 Tangki PDAM │ 4.500 Liter │
│ 1 Tangki PMI │ 5.000 Liter │
├──────────────────────────────┼──────────────────────────────┤
│ Total Distribusi │ 9.500 Liter │
└──────────────────────────────┴──────────────────────────────┘
Hingga saat ini, pihak PMI Kota Sukabumi terus melakukan pemetaan serta menghimpun data berkala mengenai sebaran wilayah krisis air bersih lainnya. Langkah pemantauan ketat ini dilakukan demi memastikan bantuan air bersih darurat selanjutnya dapat tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran.
sunver:detikjabar
(LS)









