foto istimewa
SUKABUMI – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Sukabumi tahun 2026, dinamika politik lokal di ruang publik kian hangat. Berbagai narasi dukungan, pandangan, hingga harapan untuk arah kepemimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut terus mengemuka dari para kader maupun simpatisan.
Menanggapi riuhnya ruang publik tersebut, mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi, Ferry Gustaman, SH, memberikan catatan dan pandangan kritisnya. Menurutnya, dinamika yang terjadi jelang Musda Golkar merupakan sinyal positif yang menarik untuk dicermati oleh publik luas.
Ferry menilai, di tengah tren partai politik saat ini yang cenderung menerapkan pola kepemimpinan top-down atau penunjukan langsung dari pusat, Partai Golkar sejauh ini masih konsisten merawat tradisi dan sisa-sisa demokrasi internal.
“Di tengah kecenderungan banyak partai politik menerapkan pola kepemimpinan yang sangat ditentukan dari atas, Golkar masih memiliki tradisi kontestasi yang patut dipertahankan. Justru karena itulah saya berharap Musda Golkar Kabupaten Sukabumi tidak kehilangan ruh demokrasi tersebut,” ujar Ferry Gustaman dalam pandangan tertulisnya yang diterima Sukabumilife.com.
Ancaman Aklamasi dan Kehilangan Identitas
Ferry mengingatkan, apabila Musda Golkar Kabupaten Sukabumi 2026 mendatang hanya berakhir pada calon tunggal atau aklamasi tanpa adanya ruang kompetisi yang sehat, maka Partai Golkar berisiko kehilangan salah satu kekuatan utamanya.
Menurutnya, proses demokrasi internal bukan sekadar rutinitas memilih ketua, melainkan wadah penting bagi kader-kader terbaik untuk menyampaikan gagasan, bertarung secara terbuka, dan menguji legitimasi di mata pemilik suara akar rumput.
“Apabila ruang kompetisi ditutup sejak awal, partai berisiko kehilangan semangat kaderisasi dan partisipasi yang selama ini menjadi kekuatannya,” tegasnya.
Melimpahnya Deretan Kader Potensial
Lebih lanjut, Ferry menyoroti bahwa Golkar Kabupaten Sukabumi tidak pernah kekurangan figur potensial. Menurut pengamatannya, terdapat sejumlah nama besar yang sangat layak meramaikan bursa calon ketua umum daerah:
- Asep Japar (Bupati Sukabumi): Memiliki keunggulan dalam pengalaman kepemimpinan, pemahaman dinamika internal, serta legitimasi politik yang kuat setelah dipercaya masyarakat memimpin Kabupaten Sukabumi. Ia dinilai tetap menjadi tolok ukur utama bagi candidates lain.
- Ferry Supriyadi: Ketua BPC HIPMI Kabupaten Sukabumi sekaligus anggota DPRD yang merepresentasikan generasi muda. Karakter yang luwes dan komunikatif dinilai penting untuk merangkul pemilih milenial dan Gen Z.
- Budi Azhar: Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi dengan rekam jejak politik yang matang serta peraih suara pribadi terbanyak pada Pemilu 2024 di seluruh dapil Kabupaten Sukabumi, membuktikan elektabilitas dan basis rumput yang nyata.
- Nurman: Memiliki keunggulan pada jejaring di tingkat DPP Partai Golkar, khususnya di bidang pemenangan pemilu, yang sangat vital untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah.
Menjaga Kewarasan Demokrasi
Menutup pandangannya, Ferry berharap para pemegang kebijakan di Partai Golkar Kabupaten Sukabumi tidak mengabaikan tradisi demokratis yang selama ini menjadi aset berharga.
“Musda adalah momentum untuk memperlihatkan kepada publik bahwa demokrasi masih hidup di dalam tubuh partai politik. Siapa pun yang terpilih nantinya akan memiliki legitimasi yang jauh lebih kuat karena lahir dari proses yang terbuka dan demokratis,” tutup Ferry.
sumber: sukabumiku.id
(rs)









