Gambar istimewa
SUKABUMI, sukabumilife.com – Momen Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan tradisi “nyate” bersama keluarga dan kerabat. Aroma daging yang dipanggang di atas bara api memang selalu menggugah selera. Namun di balik kelezatannya, ada risiko kesehatan serius yang mengintai jika proses membakarnya tidak dilakukan dengan benar.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat mengolah daging kurban, terutama jika dimasak dengan cara dibakar. Menurutnya, teknik pembakaran yang salah bisa memicu munculnya senyawa berbahaya penyebab kanker (karsinogenik).
Bagian Gosong Mirip Asap Rokok
Menkes menjelaskan bahwa bagian daging atau lemak yang hangus dan menghitam mengandung senyawa kimia berbahaya seperti Heterocyclic Amines (HCA) dan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH).
“Bagian yang gosong itu secara kimia mirip karsinogen pada asap rokok,” ujar Budi seperti dikutip dari HypeaBis.
Risiko ini akan jauh lebih tinggi jika Anda membakar bagian daging yang memiliki lapisan lemak tebal. Lemak yang menetes ke bara api cenderung memicu kobaran api besar sehingga membuat daging lebih cepat gosong.
“Lemak itu cepat gosong dan bisa menjadi karsinogen, walaupun jujur itu yang paling enak,” kelakarnya.
Tips Membakar Sate yang Aman Menurut Kemenkes
Agar momen Idul Adha tetap sehat dan bebas dari cemas, berikut adalah beberapa tips cerdas yang bisa Anda terapkan saat membuat sate di rumah:
- Gunakan Bumbu Alami (Kunyit & Serai): Sebelum dibakar, marinasi daging dengan bumbu dapur alami, terutama kunyit atau serai. Kandungan antioksidan pada bumbu-bumbu ini diklaim mampu menekan pembentukan zat karsinogenik hingga 90 persen.
- Terapkan Teknik Pre-Cook (Direbus Dulu): Jangan langsung membakar daging mentah di atas bara. Sebaiknya, rebus atau kukus daging terlebih dahulu hingga setengah matang. Langkah ini efektif memangkas waktu paparan panas langsung saat pembakaran.
- Panggang Sebentar Saja: Karena daging sudah matang setelah direbus, Anda hanya perlu memanggangnya sebentar di atas bara api. “Direbus dulu, lalu dipanggang sebentar di akhir hanya untuk mendapatkan aroma,” jelas Menkes.
- Buang Bagian yang Hitam: Jika tetap ada bagian sate yang gosong atau menghitam, pastikan untuk memotong dan membuangnya sebelum dikonsumsi.
Bijak Atur Porsi
Selain cara memasak, Menkes juga mengimbau warga Sukabumi agar lebih bijak dalam mengonsumsi hidangan khas lebaran kurban. Kuliner seperti sate yang diguyur kecap manis kental (tinggi natrium), tongseng bersantan pekat, hingga rendang yang berminyak sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
“Semua itu memang enak, tapi kita harus tetap cerdas dalam mengatur porsi dan cara memasaknya,” tegas Budi.
Dengan menerapkan teknik memasak yang tepat dan menjaga porsi makan, Anda tetap bisa menikmati kelezatan sate kurban bersama keluarga tercinta tanpa harus mengorbankan kesehatan jangka panjang. Selamat menyambut Idul Adha!
Sumber : sukabumiku.id
(NK)









