Persiapkan Generasi Emas: Presiden Prabowo Dorong Penguasaan 8 Bahasa Asing Sejak SD

Foto isimewa

SUKABUMILIFE.COM — Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan pentingnya penguasaan bahasa asing bagi generasi muda Indonesia sejak usia dini. Pemerintah berencana mulai mengajarkan bahasa asing kepada para siswa sejak duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar (SD).

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR-DPD 2026 yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026).

Prabowo menilai, kemampuan berbahasa internasional sangat vital agar anak-anak Indonesia mampu menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, serta memiliki daya saing tinggi saat memasuki dunia kerja global.

“Pelajaran apa pun, kita akan kumpulkan guru-guru terbaik, termasuk bahasa asing. Bahasa asing harus mutlak kita kuasai,” tegas Prabowo, seperti dilansir dari detikNews, Sabtu (15/8/2026).

baca juga:Kadin Fokus Dorong 92 Persen Ekonomi Nasional dari Konsumsi, Investasi, dan Ekspor

Daftar 8 Bahasa Asing yang Menjadi Fokus

Presiden Prabowo menyoroti delapan bahasa asing utama yang dinilai paling penting dan banyak digunakan di negara-negara maju serta berpengaruh secara global. Delapan bahasa tersebut meliputi:

  1. Bahasa Inggris
  2. Bahasa Mandarin
  3. Bahasa Arab
  4. Bahasa Jepang
  5. Bahasa Korea
  6. Bahasa Spanyol
  7. Bahasa Prancis
  8. Bahasa Rusia

Prabowo menjelaskan pertimbangan di balik pemilihan bahasa-bahasa tersebut. Menurutnya, negara-negara pengguna bahasa tersebut memiliki keunggulan di bidang ekonomi, sains, dan teknologi.

“Kita mengerti sekarang, Tiongkok ekonominya paling dinamis, Jepang dan Korea juga maju. Banyak negara menggunakan bahasa Spanyol, Prancis, dan Arab. Kita juga harus belajar bahasa Rusia karena mereka sangat kuat di bidang science dan teknologi,” jelas Presiden.

Keunggulan Belajar di Usia Dini

Alasan utama pemerintah mendorong pembelajaran bahasa asing sejak kelas 1 SD adalah daya tangkap anak-anak di usia emas (golden age) yang jauh lebih cepat dalam menyerap bahasa baru.

“Dari kecil di bawah 11 atau 12 tahun, mereka lebih cepat belajar. Anak-anak kita harus ada akses kepada pendidikan terbaik agar nanti ketika mencari lapangan kerja, mereka punya kemampuan lebih, bisa diterima di mana saja, dan bisa bekerja dengan pihak mana pun,” tambah Prabowo.

Dukungan Siapkan Tenaga Kerja Profesional

Kebijakan ini juga mendapat sambutan positif dari jajaran kementerian. Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menilai penguatan bahasa asing sejak dini merupakan langkah dan investasi strategis bagi masa depan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

“Apa yang disampaikan Bapak Presiden adalah visi besar untuk mengubah paradigma pekerja migran kita. Kita ingin bergerak dari tenaga kerja yang selama ini masih banyak berada pada pekerjaan berkeahlian rendah menuju tenaga profesional yang memiliki kompetensi dan mampu berkomunikasi secara global,” pungkas Mukhtarudin.

sumber:detiknews

(NT)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *