Foto istimewah
PALABUHANRATU, SUKABUMILIFE.ID – Media sosial di Sukabumi tengah dihebohkan dengan video inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Bupati Sukabumi, Asep Japar, di RSUD Palabuhanratu. Sidak ini merupakan respons cepat orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi tersebut setelah menerima rentetan keluhan warga terkait tarif parkir yang dinilai “selangit”.
Curhatan Warga: Parkir Motor Tembus Rp 35 Ribu
Dalam video yang viral tersebut, terlihat dinamika antara Bupati dengan keluarga pasien. Seorang ibu berhijab mengeluhkan pengalaman pahitnya saat ditagih tarif parkir motor sebesar Rp 35 ribu hanya untuk durasi sekitar enam jam.
Kondisi tarif yang mahal ini disinyalir menjadi penyebab utama menjamurnya parkir liar di bahu jalan luar area rumah sakit. Warga lebih memilih memarkirkan kendaraannya di luar karena enggan membayar biaya resmi yang dianggap memberatkan di tengah perjuangan mereka mengurus keluarga yang sedang sakit.
Baca juga : Dukung Makan Bergizi Gratis, Distan Kabupaten Sukabumi Dorong Beras Lokal Masuk Rantai Pasok Nasional
Bupati Cecar Pengelola Parkir
Mendengar aduan tersebut, Bupati Asep Japar langsung mencecar pihak ketiga pengelola parkir di lokasi. Meski pihak pengelola berdalih memiliki program tarif flat (Rp 15 ribu untuk mobil dan Rp 10 ribu untuk motor per 24 jam) serta skema gratis bagi warga tidak mampu, Bupati menilai hal itu sia-sia tanpa sosialisasi yang jelas.
“Saya sudah tekankan, saya panggil tadi pengelolanya untuk diturunkan itu tarifnya. Jangan sampai memberatkan. Bahkan apabila menemukan keluarga pasien yang tidak mampu, tolong itu digratiskan,” tegas Asep Japar kepada awak media, Selasa (12/5/2026).
Langkah Tegas Penertiban Bahu Jalan
Selain urusan tarif di dalam area rumah sakit, Bupati juga menyoroti kemacetan yang disebabkan oleh parkir liar di bahu jalan sekitar RSUD Palabuhanratu. Ia langsung menginstruksikan dinas terkait untuk turun tangan.
“Jangan ada parkir itu di jalan. Saya sudah berikan instruksi ke Dinas Perhubungan, termasuk ke Satpol PP untuk ditertibkan dan dijaga di sana. Jangan sampai ada parkir di bahu jalan,” ujarnya.
Pesan Untuk Pelayanan Publik
Aksi sidak ini diharapkan menjadi sinyal kuat bagi seluruh pengelola fasilitas publik di Kabupaten Sukabumi agar tidak hanya mengejar profit, tetapi juga mengedepankan sisi kemanusiaan dan kenyamanan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap adanya transparansi tarif yang dipasang secara jelas di pintu masuk parkir agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Sumber : Sukabumilife.id








