Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Modern, Pemkot Probolinggo Gelar Sosialisasi Kemitraan UMKM dan Usaha Besar

FOTO ISTIMEWA

PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo terus bergerak maju dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Pemkot Probolinggo menggelar Sosialisasi Kemitraan antara Usaha Besar dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Senin (8/6/2026) siang.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) ini diikuti oleh sedikitnya 90 pelaku usaha. Agenda strategis ini turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, Wawali Ina Dwi Lestari, Sekda Budiono Wirawan, Ketua TP PKK Evariani Aminuddin, serta narasumber dari DPMPTSP Provinsi Jawa Timur.

Membangun Kolaborasi Saling Menguntungkan

Sekretaris DPMPTSP Kota Probolinggo, Imam Cahyadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun kolaborasi strategis antara penanaman modal usaha besar dengan para pelaku UMKM. Kolaborasi ini didasarkan pada prinsip saling memerlukan, memperkuat, dan menguntungkan yang diikat dalam kesepakatan tertulis.

“Melalui kemitraan ini, diharapkan tercipta hubungan usaha yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak, memperluas jangkauan pasar, meningkatkan inovasi, serta membuka peluang pembinaan bagi UMKM dari usaha yang lebih besar,” ujar Imam.

Komitmen Kuota 30 Persen di Ritel Modern

Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam mendukung pelaku usaha lokal. Salah satu langkah konkret yang di dorong oleh Pemkot adalah intervensi regulasi pada jaringan toko swalayan atau ritel modern.

“Salah satu kebijakan yang kami dorong adalah penyediaan minimal 30 persen area ekonomi pada gerai ritel modern untuk produk-produk lokal. Dengan demikian, ratusan produk UMKM Kota Probolinggo memiliki kesempatan lebih luas untuk dipasarkan melalui jaringan toko swalayan modern,” tegas Aminuddin.

Ia berharap skema ini mampu menciptakan hubungan bisnis berkelanjutan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Probolinggo.

baca juga:Hadiri Forum Bisnis RI-Tiongkok, Gubernur Andra Soni Promosikan Banten Sebagai Pusat Industri Strategis

Strategi UMKM Naik Kelas dan Tembus Ekspor

Dalam sesi pemaparan materi, Koordinator Tim Kerja Perencanaan dan Pengembangan Iklim Penanaman Modal DPMPTSP Provinsi Jawa Timur, Norma Isnawati, menjabarkan strategi penting agar UMKM bisa “naik kelas” hingga menembus pasar ekspor.

Menurut Norma, ada beberapa poin krusial yang harus diperhatikan dalam program kemitraan ini:

  • Pemerataan Ekonomi: Kolaborasi multi-sektor antara pemerintah, usaha besar, dan UMKM sangat penting untuk mencapai target investasi.
  • Pemanfaatan Digital: Media sosial memegang peran strategis untuk membuka akses pasar internasional.
  • Pertukaran Data: Usaha besar dan UMKM harus saling berbagi informasi terkait standar produk, kebutuhan pasar, dan peluang kerja sama agar bisnis memiliki keberlanjutan jangka panjang.

Selain Norma, Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani, juga turut hadir sebagai narasumber untuk memberikan motivasi serta wawasan kepada para pelaku UMKM agar terus berinovasi meningkatkan kualitas produk mereka.

Melalui langkah masif ini, Pemkot Probolinggo optimistis produk lokal tidak hanya akan menjadi tuan rumah di daerah sendiri, tetapi juga mampu bersaing di pasar modern yang lebih luas.

Dapatkan pembaruan berita menarik lainnya seputar ekonomi, UMKM, dan informasi terkini hanya di sukabumi.id.

Reforter: Redaksi SukabumiLife

(RR)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *