Awas Zat Berbahaya! Ini 5 Tips Cerdas Kenali Jajanan Pasar yang Mengandung Formalin dan Boraks

foto istimewa

SUKABUMI — Jajanan pasar tradisional seperti mi basah, tahu, bakso, hingga kue-kue basah berwarna cerah selalu menggugah selera. Namun, di balik kelezatannya, masyarakat dituntut untuk tetap waspada. Pasalnya, oknum pedagang nakal yang mencampur bahan makanan dengan zat kimia berbahaya seperti formalin dan boraks demi keuntungan pribadi masih kerap ditemukan.

Formalin dan boraks sejatinya adalah bahan pengawet non-pangan (untuk mayat dan antiseptik) yang jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat memicu kerusakan organ hingga kanker.

Sebagai konsumen yang cerdas, Anda tidak perlu panik. Berikut 5 tips sederhana dari BPOM untuk mengenali ciri-ciri fisik jajanan yang mengandung bahan kimia berbahaya:

1. Amati Tahu yang “Terlalu Awet” dan Kenyal Berlebihan

Tahu yang sehat biasanya hanya bertahan 1–2 hari di suhu ruang sebelum mulai berlendir atau asam.

  • Ciri Formalin: Tahu memiliki tekstur yang terlampau kenyal (tidak mudah hancur saat ditekan). Jika disimpan di suhu ruang, tahu tersebut bisa bertahan lebih dari 3 hari tanpa membusuk, serta tidak dihinggapi lalat.

2. Waspadai Bakso dan Mi Basah yang Membal

Bakso dan mi basah adalah dua target paling sering yang dicurangi menggunakan boraks agar teksturnya lebih disukai konsumen.

Cara Deteksi: Bakso yang mengandung boraks akan terasa sangat kenyal seperti membal saat digigit (ada sensasi “karet”). Warnanya pun cenderung lebih putih bersih ketimbang bakso daging asli yang biasanya berwarna abu-abu segar. Untuk mi basah berformalin, teksturnya mengilat, tidak lengket, dan tercium aroma obat yang samar.

3. Curigai Kerupuk yang Terlalu Renyah dan Getas

Kerupuk legendaris seperti kerupuk melarat atau kerupuk gendar sering kali ditambahkan boraks (bleng) agar mengembang sempurna saat digoreng.

  • Ciri Boraks: Kerupuk yang mengandung boraks akan terasa sangat renyah, namun teksturnya menjadi getas (mudah hancur jadi remah-remah kecil). Selain itu, setelah digoreng, biasanya akan muncul rasa sedikit pahit atau getir di lidah setelah ditelan.

baca juga:Sampai Belajar Bahasa Sunda, Viral Warga Kalbar Mau ‘Pinjam’ KDM Buat Perbaiki Jalan

4. Perhatikan Kepekatan Warna Kue Basah

Pewarna tekstil seperti Rhodamin B (merah) dan Methanyl Yellow (kuning) terkadang disalahgunakan untuk mempercantik tampilan kue mangkok, cenil, atau sirup.

  • Tips Praktis: Makanan yang menggunakan pewarna pakaian akan terlihat sangat mencolok, neon, atau berpendar. Warna tersebut juga cenderung tidak merata (ada gumpalan titik warna yang pekat) dan meninggalkan rasa gatal atau pahit di tenggorokan.

5. Lakukan “Tes Tusuk Gigi” Sederhana di Rumah

Anda bisa mendeteksi kandungan boraks secara mandiri menggunakan kunyit.

  • Caranya: Tusukkan tusuk gigi ke dalam parutan kunyit segar hingga warnanya berubah menjadi kuning. Setelah itu, tusukkan tusuk gigi tersebut ke makanan yang Anda curigai (misal: bakso atau tahu). Jika tusuk gigi berubah warna menjadi merah bata atau kecokelatan, itu tandanya makanan tersebut positif mengandung boraks.

Kesimpulan Menjaga kesehatan keluarga dimulai dari ketelitian saat membeli makanan. Jangan mudah tergiur dengan harga murah atau tampilan makanan yang terlalu sempurna. Jika menemukan jajanan dengan ciri-ciri mencurigakan di atas, sebaiknya hindari demi investasi kesehatan jangka panjang.

(AGS)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *