Foto istimewa
SUKABUMILIFE.COM — Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas dan berpotensi memicu lonjakan harga energi dunia. Dua kapal milik perusahaan BUMN minyak Uni Emirat Arab (UEA), Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), dilaporkan diserang saat melintasi jalur vital Selat Hormuz pada Kamis malam waktu setempat.
Pemerintah UEA secara tegas mengecam insiden tersebut dan menuding Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai pihak di balik serangan.
Dikutip dari laporan Reuters (Jumat, 14/8/2026), insiden ini merupakan kali kedua dalam waktu kurang dari sepekan kapal milik ADNOC menjadi sasaran gangguan di wilayah perairan internasional tersebut.
Baca juga:Bisnis Kuliner Tak Cukup Modal Viral? Mahasiswa Manajemen UNM Bongkar Rahasia Sukses Mie Khangen!
Kronologi dan Pernyataan Resmi
Pihak ADNOC menyampaikan melalui kantor berita pemerintah UEA (WAM) bahwa situasi di lapangan telah berhasil dikendalikan. Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
Meski demikian, pihak berwenang UEA belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai jenis kapal, muatan yang diangkut, maupun tingkat kerusakan kapal pasca-serangan.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri UEA melontarkan kritik pedas dan menyebut tindakan IRGC sebagai bentuk pembajakan serta pemerasan ekonomi.
“Tindakan tersebut menjadi ancaman langsung terhadap stabilitas kawasan dan keamanan energi global,” tegas Kementerian Luar Negeri UEA dalam pernyataan resminya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian Luar Negeri Iran maupun komando IRGC belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut.
Ancaman bagi Pasokan Energi Dunia
Selat Hormuz—jalur sempit yang memisahkan Oman dan Iran—merupakan ‘urat nadi’ utama perdagangan energi dunia. Sekitar seperlima dari total pasokan minyak bumi dan gas alam cair (LNG) dunia melintasi selat ini setiap harinya.
Sejak eskalasi konflik meluas di kawasan tersebut sejak awal tahun, jalur pelayaran di Selat Hormuz berulang kali terganggu. Kondisi ini dikhawatirkan memicu lonjakan biaya logistik kapal tanker dan mendongkrak harga BBM di berbagai negara, termasuk dampaknya bagi perekonomian nasional.
sumber:CNBC
(NT)









