Atap Lapuk Dimakan Usia, Dua Ruang Kelas SDN Ciganas Ciambar Ambruk

Foto istimewah

CIAMBAR, sukabumilife.id – Dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi kembali berduka. Dua ruang kelas di SDN Ciganas, Kampung Ciganas RT 01/RW 02, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, ambruk pada Minggu pagi (3/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Kondisi bangunan yang sudah rapuh ditambah cuaca ekstrem menjadi pemicu utama musibah ini.

Kronologi Kejadian

Plt Camat Ciambar, Heri, mengonfirmasi bahwa bangunan yang ambruk adalah ruang kelas 1 dan kelas 2. Beruntung, saat kejadian sekolah dalam kondisi libur sehingga tidak ada siswa maupun guru di lokasi.

“Ini memang musibah. Kondisi bangunan sekolah ini sebenarnya sudah rapuh. Karena diguyur hujan terus-menerus selama beberapa hari terakhir, beban air hujan membuat atap dua lokal bangunan ini akhirnya ambruk tadi pagi,” ujar Heri kepada awak media.

Baca juga : Guru Keluhkan Wadah Makanan MBG Diduga Berbahaya, Siswa di Sukaraja Terluka

Belajar di Mushola dan Skala Prioritas

Akibat kerusakan berat pada atap dan plafon, sebanyak 38 siswa (19 siswa kelas 1 dan 19 siswa kelas 2) dipastikan kehilangan ruang belajar mereka. Untuk sementara waktu, pihak sekolah mengambil langkah darurat agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan.

  • Siswa Kelas 1 & 2: Dialihkan untuk belajar di mushola terdekat.
  • Siswa Kelas 6: Mengingat akan menghadapi ujian, mereka dipindahkan ke ruang kelas lain yang masih dianggap aman secara konstruksi.

Heri menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam. SDN Ciganas kini telah dimasukkan ke dalam daftar skala prioritas perbaikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi.

“Pihak sekolah sudah mengusulkan, dan kami pun menetapkan SDN Ciganas ini sebagai skala prioritas untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui Dinas Pendidikan,” tegasnya.

Rentetan Musibah di SDN Ciganas

Kejadian ini menambah panjang daftar kerusakan di SDN Ciganas sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, pada 5 Maret 2026, ruang perpustakaan sekolah tersebut juga mengalami kerusakan berat akibat tertimpa pohon kelapa.

Kini, pihak sekolah dan orang tua siswa berharap proses perbaikan dapat segera dilakukan. Meski semangat belajar siswa tetap tinggi di dalam mushola, keberadaan ruang kelas yang layak sangat dinantikan demi kenyamanan dan keamanan para pelajar.


Reporter: Tim Redaksi Sukabumi Life Sumber: P2BK / Sukabumiupdate.com

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *