Foto istimewa
Sukabumilife.com – Setelah seharian beraktivitas menembus kemacetan atau berjam-jam duduk di depan layar komputer, pijatan lembut sering kali jadi penyelamat untuk meredakan pegal-pegal. Namun, tahukah Anda bahwa teknik memijat yang asal-asalan justru berisiko membuat otot semakin tegang atau bahkan cedera?
Agar manfaat pijatan maksimal dan tubuh terasa rileks kembali, berikut adalah panduan memijat yang baik dan aman yang dirangkum oleh tim sukabumilife.com:
1. Persiapkan Suasana dan Minyak Pijat
Kenyamanan adalah kunci utama. Pastikan ruangan dalam keadaan tenang dan bersuhu hangat. Gunakan minyak pijat (massage oil) seperti minyak zaitun, minyak kelapa, atau essential oil (aromaterapi).
Fungsi Minyak: Mengurangi gesekan langsung antara tangan dan kulit sehingga tidak menimbulkan iritasi atau rasa perih.
Baca juga: Kunci Pulen dan Gurih! Ini Cara Mudah Membuat Nasi Ketan Khas Sunda di Rumah
2. Mulai dari Gerakan Ringan (Pemanasan)
Jangan langsung menekan bagian tubuh yang pegal dengan keras!
- Teknik Effleurage: Mulailah dengan usapan-usapan panjang dan lembut menggunakan telapak tangan.
- Tujuan: Menghangatkan otot, melancarkan sirkulasi darah awal, dan membuat tubuh yang dipijat menjadi lebih siap.
3. Tingkatkan Tekanan Secara Bertahap
Setelah otot terasa lebih rileks, Anda bisa mulai memberikan tekanan yang lebih dalam:
- Gunakan ibu jari atau kepalan tangan untuk area otot yang tebal seperti bahu, punggung, atau betis.
- Gunakan gerakan memutar (petrissage) seolah-olah sedang meremas adonan secara perlahan.
- Aturan Penting: Tekanan harus terasa mantap, namun tidak menimbulkan rasa sakit yang menyiksa.
4. Hindari Area Sensitif dan Tulang!
Banyak kesalahan terjadi saat memijat area tulang atau persendian secara langsung. Ingat beberapa poin penting ini:
- Jangan memijat langsung di atas tulang belakang, tulang leher, atau tempurung lutut. Fokuslah pada area otot di sekitarnya.
- Hindari menekan terlalu keras pada area sensitif seperti lipatan siku, bagian belakang lutut, dan leher bagian depan yang banyak terdapat pembuluh darah besar.
5. Akhiri dengan Gerakan Penutup dan Minum Air Putih
Tutup sesi pijat dengan mengembalikan teknik usapan lembut seperti di awal untuk menenangkan otot kembali.
Setelah selesai pijat, sangat disarankan untuk meminum air putih hangat. Air putih membantu ginjal membuang sisa metabolisme dan racun (seperti asam laktat) yang terlepas dari jaringan otot saat dipijat.
Kapan Harus Menghindari Pijat?
Perlu diingat, tidak semua kondisi tubuh boleh dipijat. Sebaiknya hindari memijat orang yang sedang mengalami:
- Demam tinggi
- Luka bakar, luka terbuka, atau memar baru
- Patah tulang atau dislokasi sendi
- Infeksi kulit yang menular
Nah, bagi warga Sukabumi yang ingin memberikan pijatan untuk pasangan atau keluarga di rumah, yuk coba terapkan teknik di atas agar tubuh kembali bugar dan segar!
(NK)









