GAMBAR ISTIMEWAH
SUKABUMILIFE.ID – Mengendarai mobil transmisi otomatis atau matik di dalam kota yang padat memang terasa sangat nyaman karena bebas pegal. Namun, cerita bisa jadi berbeda saat mobil matik diajak melibas perjalanan jarak jauh dengan kontur jalanan yang beragam, seperti tanjakan ekstrem, turunan curam, hingga momen menyalip kendaraan besar.
Sebagian pengendara mungkin masih sering merasa kagok, bahkan ada anggapan keliru bahwa mobil matik kurang responsif dibandingkan mobil manual di jalur luar kota.
Menanggapi hal tersebut, pihak Technical Service Division Astra Daihatsu Motor (ADM) membagikan sejumlah tips dan trik berkendara aman dan optimal menggunakan mobil matik saat melakukan perjalanan jauh.
Yuk, simak ulasannya agar performa mesin mobil tetap maksimal dan kantong tidak jebol karena boros bensin!
Baca juga : Dua Pelajar Nyaris Terseret Banjir Bandang di Curug Cikaso
1. Trik Cerdas Saat Ingin Menyalip (Kick Down)
Ketika berkendara di jalan antarkota, menyalip kendaraan besar seperti bus atau truk adalah hal yang biasa. Agar mobil matik kamu mendapatkan akselerasi instan yang responsif, pastikan dulu jarak aman dengan kendaraan dari arah berlawanan.
Setelah ruang menyalip dipastikan aman, geser tuas transmisi otomatis dari posisi D ke posisi D-3 (atau matikan fitur Overdrive jika ada). Langkah ini akan memberikan dorongan tenaga ekstra. Jika proses menyalip sudah selesai, jangan lupa untuk menggeser kembali tuas transmisi ke posisi D agar putaran mesin kembali stabil.
2. Menaklukkan Tanjakan Ekstrem
Menghadapi tanjakan curam sering kali membuat pengendara matik cemas. Kuncinya adalah jangan memaksakan mobil tetap berada di posisi D.
Sebelum memasuki area tanjakan, turunkan kecepatan mobil terlebih dahulu, lalu pindahkan tuas transmisi ke posisi gigi rendah seperti 2 atau L. Cara ini berfungsi untuk memaksimalkan putaran mesin pada RPM tinggi sehingga mobil memiliki tenaga yang cukup untuk menanjak dengan mulus.
3. Memanfaatkan Engine Brake di Turunan Curam
Bukan hanya saat menanjak, posisi gigi rendah (2 atau L) juga sangat direkomendasikan saat mobil melewati turunan yang panjang dan curam. Menahan mobil di gigi rendah akan mengaktifkan fungsi engine brake. Hal ini sangat penting untuk membantu sistem pengereman utama agar rem mobil tidak cepat panas (overheat) atau blong akibat terus-menerus diinjak.
4. Aturan Saat Berhenti di Lampu Merah dan Starter Awal
Saat perjalanan jauh, kamu pasti akan melewati beberapa titik kemacetan atau lampu merah. Jika harus berhenti agak lama, disarankan untuk memindahkan tuas transmisi ke mode N (Netral) sambil tetap menginjak rem kaki atau menarik rem tangan. Cara ini lebih aman ketimbang membiarkan transmisi tetap di posisi D.
Sementara itu, saat hendak menyalakan mobil di pagi hari, pastikan tuas berada di posisi P (Park). Setelah mesin menyala, jangan langsung tancap gas. Tunggu beberapa menit hingga jarum RPM turun dan berada di posisi yang stabil untuk memastikan oli matik sudah bersirkulasi dengan sempurna.
5. Bonus: Tips Menghemat Bahan Bakar
Perjalanan jauh kerap menguras kantong untuk urusan bensin. Agar lebih hemat, triknya adalah menjaga kestabilan kecepatan dengan menjaga putaran mesin berada di angka 2.000 hingga 3.000 RPM saat menggunakan mode D. Jika ingin menambah kecepatan, hindari menginjak pedal gas secara mendalam secara tiba-tiba. Injaklah pedal gas secara halus dan bertahap (gradual).
Nah, itulah beberapa tips berkendara dengan mobil matik untuk perjalanan jarak jauh. Dengan memahami fungsi-fungsi transmisi tersebut, perjalanan Sobat sukabumilife.id dipastikan akan lebih aman, nyaman, dan tentunya menyenangkan!








