FOTO ISTIMEWAH
SUKABUMILFE.ID – CIKIDANG | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, mendadak jadi sorotan hangat warganet. Sebuah video yang memperlihatkan kondisi menu makanan siswa sekolah dasar (SD) viral di media sosial dan memicu kekhawatiran orang tua.
Fokus perhatian publik tertuju pada buah pisang yang menjadi bagian dari menu paket MBG per tanggal Jumat, 5 Juni 2026. Dalam video berdurasi 45 detik yang beredar luas, buah pisang tersebut tampak sangat lembek, terlalu matang, dan berubah bentuk di dalam kemasan plastik.
Kekhawatiran Orang Tua Soal Kualitas Pangan
Paket menu MBG yang dibagikan tersebut diketahui berisi:
- Telur rebus
- Roti
- Buah pisang
Meski komposisinya dinilai sederhana, kondisi pisang yang tidak segar memicu pertanyaan besar dari para orang tua murid mengenai standar kualitas bahan pangan yang disalurkan dalam program pemerintah ini. Mereka khawatir kualitas makanan tidak terjaga dengan baik selama proses pengemasan maupun distribusi.
“Yang menjadi perhatian kami bukan sekadar jumlah makanan, tetapi mutu dan kesegarannya. Anak-anak harus mendapatkan makanan yang benar-benar layak dan aman dikonsumsi,” ujar Deri Supriatna, warga Cikidang, Sabtu (6/6/2026).
BACA JUGA : Viral! Kesal Tak Ditindak, Ratusan Emak-Emak di Brebes Nekat Bongkar Warung Diduga Sarang Obat Terlarang
Diduga Akibat Proses Distribusi dan Pengemasan
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab rusaknya kondisi buah tersebut. Namun, muncul dugaan bahwa faktor suhu panas selama perjalanan atau metode pengemasan yang kurang tepat menjadi pemicu cepatnya proses pembusukan atau pematangan pisang, sehingga teksturnya hancur saat diterima siswa.
Deri menegaskan bahwa pihak penyelenggara tidak boleh main-main dalam menyajikan makanan untuk anak-anak.
“Pengawasan kualitas harus dilakukan secara ketat mulai dari pemilihan bahan baku, proses penyimpanan, hingga distribusi ke penerima manfaat. Jadi jangan ngasal,” tegas Deri.
Belum Ada Keterangan Resmi
Terkait video viral yang meresahkan warga dan orang tua murid ini, pihak-pihak terkait masih bungkam.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan maupun klarifikasi resmi dari pihak pengelola dapur MBG maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat mengenai evaluasi kelayakan menu tersebut.









